<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>-- ekspresikan dirimu lewat musik --</title>
	<atom:link href="http://yuliusmusics.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliusmusics.wordpress.com</link>
	<description>Yulius Heri Kurniawan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2009 06:04:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='yuliusmusics.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>-- ekspresikan dirimu lewat musik --</title>
		<link>http://yuliusmusics.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://yuliusmusics.wordpress.com/osd.xml" title="-- ekspresikan dirimu lewat musik --" />
	<atom:link rel='hub' href='http://yuliusmusics.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Keroncong</title>
		<link>http://yuliusmusics.wordpress.com/2009/02/17/keroncong/</link>
		<comments>http://yuliusmusics.wordpress.com/2009/02/17/keroncong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2009 07:31:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klarinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliusmusics.wordpress.com/2009/02/17/keroncong/</guid>
		<description><![CDATA[Asal-usul Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=24&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Asal-usul</strong><br />
Akar keroncong berasal dari sejenis musik Portugis yang dikenal sebagai fado yang diperkenalkan oleh para pelaut dan budak kapal niaga bangsa itu sejak abad ke-16 ke Nusantara. Dari daratan India (Goa) masuklah musik ini pertama kali di Malaka dan kemudian dimainkan oleh para budak dari Maluku. Melemahnya pengaruh Portugis pada abad ke-17 di Nusantara tidak dengan serta-merta berarti hilang pula musik ini. Bentuk awal musik ini disebut moresco, yang diiringi oleh alat musik dawai. Musik keroncong yang berasal dari Tugu disebut keroncong Tugu. Dalam perkembangannya, masuk sejumlah unsur tradisional Nusantara, seperti penggunaan seruling serta beberapa komponen gamelan. Pada sekitar abad ke-19 bentuk musik campuran ini sudah populer di banyak tempat di Nusantara, bahkan hingga ke Semenanjung Malaya[1]. Masa keemasan ini berlanjut hingga sekitar tahun 1960-an, dan kemudian meredup akibat masuknya gelombang musik populer (musik rock yang berkembang sejak 1950, dan berjayanya musik Beatle dan sejenisnya sejak tahun 1961 hingga sekarang). Meskipun demikian, musik keroncong masih tetap dimainkan dan dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat di Indonesia dan Malaysia hingga sekarang.<br />
<span id="more-24"></span><br />
<strong>Alat-alat musik</strong><br />
Dalam bentuknya yang paling awal, moresco diiringi oleh musik dawai, seperti biola, ukulele, serta selo. Perkusi juga kadang-kadang dipakai. Set orkes semacam ini masih dipakai oleh keroncong Tugu, bentuk keroncong yang masih dimainkan oleh komunitas keturunan budak Portugis dari Ambon yang tinggal di Kampung Tugu, Jakarta Utara.</p>
<p>Pem-&#8221;pribumi&#8221;-an keroncong menjadikannya seni campuran, dengan alat-alat musik seperti</p>
<p>* sitar India<br />
* rebab<br />
* suling bambu<br />
* gendang, kenong, dan saron sebagai satu set gamelan<br />
* gong.</p>
<p>Saat ini, alat musik yang dipakai dalam orkes keroncong mencakup</p>
<p>* ukulele cuk, berdawai 3 (nilon), urutan nadanya adalah G, B dan E;<br />
* ukulele cak, berdawai 4 (baja), urutan nadanya A, D, Fis, dan B. Jadi ketika alat musik lainnya memainkan tangga nada C, cak bermain pada tangga nada F (dikenal dengan sebutan in F);<br />
* gitar akustik (Ukulele dan Gitar menggatikan Sitar);<br />
* biola (menggantikan Rebab);<br />
* flut (mengantikan Suling Bambu);<br />
* selo;<br />
* kontrabas (menggantikan Gong)[2]</p>
<p>Penjaga irama dipegang oleh ukulele dan bas. Gitar dan selo mengatur peralihan akord. Biola berfungsi sebagai penuntun melodi, sekaligus hiasan/ornamen. Flut mengisi hiasan, yang melayang-layang mengisi ruang melodi yang kosong.</p>
<p>Bentuk keroncong yang dicampur dengan musik populer sekarang menggunakan organ serta synthesizer untuk mengiringi lagu keroncong.</p>
<p><strong>Jenis-jenis keroncong</strong><br />
Musik keroncong lebih condong pada progresi akord dan jenis alat yang digunakan. Sejak pertengahan abad ke-20 telah dikenal paling tidak tiga macam keroncong, yang dapat dikenali dari pola progresi akordnya. Bagi pemusik yang sudah memahami alurnya, mengiringi lagu-lagu keroncong sebenarnya tidaklah susah, sebab cukup menyesuaikan pola yang berlaku. Pengembangan dilakukan dengan menjaga konsistensi pola tersebut. Selain itu, terdapat pula bentuk-bentuk campuran serta adaptasi.</p>
<p>Keroncong asli</p>
<p>Keroncong asli memiliki bentuk lagu A &#8211; B &#8211; C. Lagu terdiri atas 8 baris, 8 baris x 4 birama = 32 birama, di mana dibuka dengan PRELUDE 4 birama yang dimainkan secara instrumental, kemudian disisipi INTERLUDE standar sebanyak 4 birama yang dimainkan secara instrumental juga. Alur akordnya seperti tersusun di bawah ini:</p>
<p>* |V , , , |I , I7 , |IV , V7 , |I , , , | prelude diambil dari baris ke-7 (C1)<br />
* (A1) | I , , , | I , , , | V , , , | V , , , |<br />
* (A2) |II# , , , | II# , , , | V , , , | modulasi merupakan ciri keroncong asli<br />
* |V , , , | V , , , | V , , , |IV , , , | interlude standar utk semua lagu<br />
* (B1) | IV , , ,| IV , , ,|V7 , , , | I , , , |<br />
* (B2) |I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , I7 , |<br />
* (C1) |IV , V7 , |I , I7 , | IV , V7 , |I , , , |<br />
* (C2) | I , , , | V7 , , , | V7 , , ,| I , , , |</p>
<p>Keroncong asli diawali oleh voorspel terlebih dahulu, atau intro yang mengarah ke nada/akord awal lagu, yang dilakukan oleh alat musik melodi seperti seruling/flut, biola, atau gitar.</p>
<p>Langgam Keroncong</p>
<p>Bentuk lagu langgam ada dua versi. Yang pertama A &#8211; A &#8211; B &#8211; A dengan pengulangan dari bagian A kedua seperti lagu standar pop: Verse A &#8211; Verse A &#8211; Bridge B &#8211; Verse A, panjang 32 birama. Beda sedikit pada versi kedua, yakni pengulangannya langsung pada bagian B. Meski sudah memiliki bentuk baku, namun pada perkembangannya irama ini lebih bebas diekspresikan. Penyanyi serba bisa Hetty Koes Endang misalnya, dia sering merekam lagu-lagu non keroncong dan langgam menggunakan irama yang sama, dan kebanyakan tetap dinamakan langgam. Alur akord-nya sebagai berikut:</p>
<p>* Verse A | V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |<br />
* Verse A |V7 , , , | I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |<br />
* Bridge B |I7 , , , |IV , , , | IV , V , | I , , , | I , , , | II# , , , | II# , , , | V , , ,|<br />
* Verse A |V7 , , , |I , , , | IV , V7 , | I , , , | I , , , | V7 , , , | V7 , , , | I , , , |</p>
<p>Bentuk adaptasi keroncong terhadap tradisi musik gamelan dikenal sebagai langgam Jawa, yang berbeda dari langgam yang dimaksud di sini. Langgam Jawa antara lain lagu Yen Ing Tawang (Tawang suatu desa di Magetan) ciptaan [[Anjar Any]) lahir setelah tahun 1955, dan penyanyi yang terkenal dengan langgam jawa adalah Waljinah bintang Lomba Lagu Kembang Kacang di Surakarta tahun 1960. Langgam Jawa memiliki ciri khusus pada penambahan instrumen antara lain siter, kendang (bisa diwakili dengan modifikasi permainan cello ala kendang), saron, dan adanya bawa atau suluk berupa introduksi vokal tanpa instrumen untuk membuka sebelum irama dimulai secara utuh. Tahun 1980 Langgam Jawa berkembang menjadi Campursari.</p>
<p>Stambul Keroncong</p>
<p>Stambul merupakan jenis keroncong yang namanya diambil dari bentuk sandiwara yang dikenal pada akhir abad ke-19 hingga paruh awal abad ke-20 di Indonesia dengan nama Komedi stambul. Nama &#8220;stambul&#8221; diambil dari Istambul di Turki.</p>
<p>Alur akord Stambul Keroncong adalah sbb. (tanda &#8211; adalah tacet atau iringan tidak dibunyikan):</p>
<p>* |I &#8211; - &#8211; | &#8211; - &#8211; - | &#8211; - &#8211; - |IV , , , | dibuka dg broken chord I utk mencari nada<br />
* |IV , , , |IV , , , |IV , V ,|I , , , |<br />
* |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |<br />
* |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |<br />
* |I , , , |I , , , |I , , , |IV , , , |<br />
* |IV , , , |IV , , , |IV , V , |I , , , |<br />
* |I , , , |I , , , |I , , , |V , , , |<br />
* |V , , , |V , , , |V , , , |I , , , |</p>
<p>from: id.wikipedia.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliusmusics.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliusmusics.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=24&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliusmusics.wordpress.com/2009/02/17/keroncong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1c9c0325c020626a8f2c1886362310f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klarinet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harmoni</title>
		<link>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/harmoni/</link>
		<comments>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/harmoni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 09:20:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klarinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliusmusics.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Harmoni dalam musik Barat adalah salah satu teori musik yang mengajarkan bagaimana menyusun suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras. Di sini dipelajari tentang penggunaan berbagai nada secara bersama-sama dan akord-akord musik, yang terjadi dengan sesungguhnya ataupun yang tersirat. Studi ini sering merujuk kepada studi tentang progresi harmonis, gerakan dari satu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=15&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harmoni dalam musik Barat adalah salah satu teori musik yang mengajarkan bagaimana menyusun suatu rangkaian akord-akord agar musik tersebut dapat enak didengar dan selaras. Di sini dipelajari tentang penggunaan berbagai nada secara bersama-sama dan akord-akord musik, yang terjadi dengan sesungguhnya ataupun yang tersirat. Studi ini sering merujuk kepada studi tentang progresi harmonis, gerakan dari satu nada secara berbarengan ke nada yang lain, dan prinsip-prinsip struktural yang mengatur progresi tersebut.[1] Dalam musik barat, harmoni sering mengacu kepada aspek-aspek &#8220;vertikal&#8221; musik, yang dibedakan dari gagasan tentang garis melodi, atau aspek &#8220;horisontal&#8221;-nya.[2]<span id="more-15"></span></p>
<p><strong>Sejarah Lahirnya Harmoni</strong></p>
<p><strong>Notasi Gregorian Tahun 590<br />
</strong><br />
Notasi musik lahir pada tahun 590 yang disebut Notasi Gregorian, yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori, di mana sebelumnya musik mengalami kegelapan tidak ada peninggalan tertulis. Pada masa hidupnya Paus Gregori telah menyalin ratusan lagu-lagu Gereja dalam Notasi Gregorian tersebut. Notasi ini memekai 4 garis sebagai balok not, tetapi belum ada notasi iramanya (hitungan berdasarkan perasaan penyanyi. Di sini sifat lagu masih sebagai lagu tunggal atau monofoni.</p>
<p><strong>Musik Organum 1150-1400</strong></p>
<p>Pada awalnya orang menyanyi dengan nada yang sama, atau disebut dengan organum, nada atas dinyanyikan oleh wanita atau anak-anak, sedangkan nada rendah dinyanyikan oleh laki-laki. Di sini terjadi susunan lagu berjarak oktaf, suara tinggi (wanita/anak-anak) dan suara rendah (laki-laki).</p>
<p><strong>Musik Discant 1400-1600</strong></p>
<p>Ternyata tidak semua dapat mengikuti suara tinggi atau suara rendah.Oleh sebab itu diputuskan untuk membuat suara yang kuart lebih rendah mengikuti melodi, kuart tinggi maunpun kuart rendah, dan musik yang demikian ini disebut musik diafoni (dia=dua, foni=suara).</p>
<p><strong>Basso Ostinato Tahun 1600</strong></p>
<p>Orang-orang Italia pada tahun sekitar 1600 menemukan apa yang disebut Basso Ostinato atau Bass yang bergerak gendeng atau gila, berupa rangkaian nada-nada yang bergerak selangkah demi selangkah ke bawah atau ke atas, kemudian diulang pada rangkaian nada lain secara sama.</p>
<p><strong>Musik Polifoni Era Barok 1600-1750</strong></p>
<p>Ternyata suara yang mengikuti sama dengan melodi menjadi membosankan, maka mulailah suara tidak bergerak secara sejajar, maka mulailah dengan arah yang berlawanan. Komponis Giovani Perluigi da Palestrina (1515-1594) adalah perintis tentang hal ini, dan disusun teori mengenai musik melodi banyak (polifoni), sehingga setiap nada atau titik (punctus=point) bergerak secara mandiri atau berlawanan (counter), di sinilah lahir teori kontrapung (counterpoint=kontrapunt).</p>
<p>Johann Sebastian Bach (1685-1750) adalah salah satu empu musik polifoni dengan teknik kontrapung yang sangat tinggi, karema disusun seperti matematik. Hampir semua komponis Era Barok (1600-1750) menyusun dengan teknik kontrapun, misalnya George Frederic Handle (1685 – 1759) dari Inggris, Antonio Vivaldi (1678 &#8211; 1741) dari Italia, yang lain George Philipp Telemann, Arcangelo Corelli, Henry Purcell, Domenico Scarlatti, Jean-Philippe Rameau, dlsb.</p>
<p>Sebagai contoh lagu rakyat dengan gaya polifoni adalah Bapak Yakub.</p>
<p>Pada awalnya orang menyusun dengan Kontrapung Terikat atau Strict Counterpoint, namun kemudian menadapat kebebasan berdasarkan teori Kontrapung Bebas atau Free Counterpoint.</p>
<p><strong>Musik Homofoni Era Klasik 1750-1825</strong></p>
<p>Selanjutnya pada Era Klasik (1750-1825) ditemukan susunan akord yang berdasarkan tri-suara (triad), selanjutnya berkembang dengan empat suara atau lebih. Musik yang demikian ini disebut Musik Homofoni, sehingga kontrapung menjadi variasi melodi yang kontrapuntis.</p>
<p>Para komponis Era Klasik (1750-1825) adalah Carl Philipp Emmanuel Bach dan Johann Christian Bach (anak-anak JS Bach yang tidak mengikuti sang ayah yang polifoni), Johann Stamitz, Franz Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, Luigi Boccherini, Christoph von Gluck, Franz Schubert, Wolfgang Amadeus Mozart (si anak ajaib) dan Ludwig van Beethoven (maestro yang tuli).</p>
<p>Musik Era Klasik didominasi dengan karya Konserto, Sonata, Symphony, Variasi, Lagu (Lied), dlsb.</p>
<p><strong>Teori Harmoni Dasar</strong></p>
<p><strong>Trisuara atau Triad</strong></p>
<p>Kalau kita membangun tiga nada yang berjarak masing-masing terts di atas suatu nada alas, maka akan diperoleh suatu akord yang disebut tri-suara atau triad.</p>
<p><strong>Tingkatan Trisuara</strong></p>
<p>Untuk masing-masing nada dari suatu tangga nada dapat dibentuk tri-suara, dengan masing-masing tingkatan sebagai berikut:</p>
<p>   1. Di atas suatu nada I disebut Tonik<br />
   2. Di atas suatu nada II disebut Super-Tonik<br />
   3. Di atas suatu nada III disebut Median<br />
   4. Di atas suatu nada IV disebut Sub-Dominan<br />
   5. Di atas suatu nada V disebut Dominan<br />
   6. Di atas suatu nada VI disebut Sub-Median<br />
   7. Di atas suatu nada VII disebut Leading Note atau Nada Ketujuh<br />
<strong><br />
Rangkaian Harmoni</strong></p>
<p><strong>Nada Tambahan</strong></p>
<p>Agar nada-nada lain yang tidak termasuk dalam nada harmoni dapat dipakai bersamaan, maka dibuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut ini:</p>
<p>   1. Nada yang berada di antara dua nada harmoni pada waktu melodi bergerak ke atas atau ke bawah disebut nada sisipan (passing note), karena berada di antara nada harmoni tersebut.<br />
   2. Nada yang berada di antara nada harmoni pada waktu melodi bergerak ke atas atau ke bawah tetaapi pada pukulan kuat disebut nada pendahulu (appogiatura), karena berada di antara nada harmoni tersebut tetapi pada hitungan yang kuat.<br />
   3. Nada yang berada di antara dua nada harmoni yang sama, jadi pada waktu melodi bergerak ke atas atau ke bawah kemudian kembali lagi, disebut nada bantu (auxiallary note), karena berada di antara nada harmoni di mana nada tersebut kembali lagi semula.<br />
   4. Nada yang berada di antara nada harmoni pada waktu melodi bergerak secara bergantian ke atas atau ke bawah disebut nada ganti (changing note), karena secara berganti arah.</p>
<p><strong>Kadensa</strong></p>
<p>Kadensa adalah suatu rangkaian harmoni sebagai penutup pada akhir melodi atau di tengah kalimat, sehingga bisa menutup sempurna melodi tersebut atau setengah menutup (sementara) melodi tersebut.</p>
<p>   1. Kadensa dengan rangkaian Dominan Septim &#8211; Tonik disebut sebagai Kadensa Sempurna, karena sempurna menutup rangkaian tersebut dan terasa berhenti sempurna.<br />
   2. Tetapi kalau akord Dominan menjadi akhir rangaian, maka disebut Kadensa Tidak Sempurna atau Setengah Kadensa, misalnya rangkaian Super Tonik &#8211; Dominan Septim.<br />
   3. Kalau rangkaian harmoni diakhiri pada Sub-Median, maka disebut Kadens Terputus, misalnya Doninan Septim &#8211; Submedian.<br />
   4. Dalam rangkaian Subdominan &#8211; Tonik disebut Kadensa Plagal, mempunyai sifat sendu seperti kalau kita mengucap &#8220;Amin&#8221; dalam sholat.</p>
<p><strong>Tierce de Picardie</strong></p>
<p>Kalau dalam suatu tangga nada minor, kemudian masuk tangga nada mayor, di mana nada terts minor menjadi terts mayor, maka hal ini disebut dengan Tierce de Picardie.</p>
<p><strong>Modulasi</strong></p>
<p>Modulasi adalah pergantian dari satu tangga nada ke tangga nada lain. Hal ini sering dilakukan di tengah-tengah lagu.</p>
<p>id.wikipedia.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliusmusics.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliusmusics.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=15&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/harmoni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1c9c0325c020626a8f2c1886362310f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klarinet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musik</title>
		<link>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/musik/</link>
		<comments>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/musik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 09:03:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klarinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[All About Music]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliusmusics.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: * Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya * Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali. Musik menurut Aristoteles [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=13&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang. Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam:</p>
<p>    * Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya<br />
    * Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik</p>
<p>Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.</p>
<p>Musik menurut Aristoteles mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.<span id="more-13"></span></p>
<p>Aspek-aspek musik</p>
<p>Musik adalah bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah, lokasi, budaya dan selera seseorang.</p>
<p>Definisi sejati tentang musik juga bermacam-macam: -Bunyi yang dianggap enak oleh pendengarnya -Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik.</p>
<p>Beberapa orang menganggap musik tidak berwujud sama sekali.</p>
<p>Instrumen-instrumen musik</p>
<p>Alat musik tradisional</p>
<p>    * Alat musik petik: gitar, kecapi, sasando, banjo, ukulele, mandolin, harpa, gambus<br />
    * Alat musik gesek: biola, rebab, cello<br />
    * Alat musik ketuk: organ, piano, harpsichord,<br />
    * Alat musik tiup: seruling, terompet, trombone, harmonika, pianika, recorder sopran,<br />
    * Alat musik pukul: tamborin, jidor, rebana, gamelan,<br />
    * Alat musik modern: gitar listrik, organ, akordeon, drum,</p>
<p>Aliran-aliran musik</p>
<p>Berikut adalah daftar aliran/genre utama dalam musik. Masing-masing genre terbagi lagi menjadi beberapa sub-genre. Pengkategorian musik seperti ini, meskipun terkadang merupakan hal yang subjektif, namun merupakan salah satu ilmu yang dipelajari dan ditetapkan oleh para ahli musik dunia.</p>
<p>Dalam beberapa dasawarsa terakhir, dunia musik mengalami banyak perkembangan. Banyak jenis musik baru yang lahir dan berkembang. Contohnya musik triphop yang merupakan perpaduan antara beat-beat elektronik dengan musik pop yang ringan dan enak didengar. Contoh musisi yang mengusung jenis musik ini adalah Frou Frou, Sneaker Pimps dan Lamb. Ada juga hip-hop rock yang diusung oleh Linkin Park. Belum lagi dance rock dan neo wave rock yang kini sedang in. banyak kelompok musik baru yang berkibar dengan jenis musik ini, antara lain Franz Ferdinand, Bloc Party, The Killers, The Bravery dan masih banyak lagi.</p>
<p>Bahkan sekarang banyak pula grup musik yang mengusung lagu berbahasa daerah dengan irama musik rock, jazz dan blues. Grup musik yang membawa aliran baru ini di Indonesia sudah cukup banyak salah satunya adalah Funk de Java yang mengusung lagu berbahasa Jawa dalam musik rock.</p>
<p>    * Musik klasik<br />
    * Musik rakyat/musik tradisional<br />
    * Musik keagamaan<br />
          o Gambus<br />
          o Kasidah<br />
          o Nasyid<br />
    * Blues<br />
    * Jazz<br />
    * Country<br />
    * Rock<br />
    * Musik populer<br />
    * Musik dunia</p>
<p>id.wikipedia.org</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliusmusics.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliusmusics.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=13&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/23/musik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1c9c0325c020626a8f2c1886362310f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klarinet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>klarinet</title>
		<link>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/18/klarinet/</link>
		<comments>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/18/klarinet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2008 09:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>klarinet</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/18/klarinet/</guid>
		<description><![CDATA[Klarinet adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Namanya diambil dari penambahan akhiran &#8220;-et&#8221; yang berarti &#8220;kecil&#8221; pada kata Itali &#8220;clarino&#8221; yang berarti &#8220;trompet&#8221;. Sama seperti saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed. Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano klarinet B♭, yang merupakan klarinet terumum. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=6&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Klarinet adalah instrumen musik dari keluarga woodwind. Namanya diambil dari penambahan akhiran &#8220;-et&#8221; yang berarti &#8220;kecil&#8221; pada kata Itali &#8220;clarino&#8221; yang berarti &#8220;trompet&#8221;. Sama seperti saksofon, klarinet dimainkan dengan menggunakan satu reed.</p>
<p>Klarinet merupakan keluarga instrumen terbesar, dengan ukuran dan pitch yang berbeda-beda. Kata klarinet umumnya merujuk pada soprano klarinet B♭, yang merupakan klarinet terumum.</p>
<p>Pemain klarinet disebut klarinetis.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yuliusmusics.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yuliusmusics.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yuliusmusics.wordpress.com&amp;blog=5890167&amp;post=6&amp;subd=yuliusmusics&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliusmusics.wordpress.com/2008/12/18/klarinet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e1c9c0325c020626a8f2c1886362310f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">klarinet</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
